Botania Garden, Wisata Petik Buah Di Purbalingga

Posted By Wisata Purbalingga on Friday, 10 March 2017 | 04:25

Wisata Petik Buah
Purbalingga memang kaya akan potensi alam yang bisa dijadikan tujuan wisata . Tak heran jika belakangan ini banyak bermunculan tempat wisata baru yang menawarkan keunikannya sendiri.
Jika sebelumnya ada wisata petik strowberry di Desa Wisata Serang, Karangreja, kini wisatawan bisa mengalihkan kunjungan ke Botania Garden (Bogar) di rintisan Desa Wisata Karangcengis, Kecamatan Bukateja. Wisatawan diajak memetik aneka buah di kebunnya langsung dan menikmatinya diantara rindangnya kebun itu. Ada buah jambu citra, jambu biji kristal, jambu biji merah, jeruk, kelengkeng dan belimbing.
Agro wisata ini memang dalam tahap persiapan. Rencananya secara resmi mulai dibuka pada libur lebaran tahun 2017. Namun, saat ini pengunjung sudah bisa mencoba mengunjunginya dan membeli buah di kebun itu. Harganya tak perlu menawar, karena dibawah harga pasaran.
Untuk mencapai Botania Garden, dari perempatan Ngebrak di wilayah Bukateja, pengunjung mengambil jalan ke arah Timur, atau arah Desa Karangcengis. Jalur itu merupakan jalur tembus yang sudah beraspal halus menuju wilayah Kecamatan Rakit Banjarnegara. Kendaraan kecil, apalagi bus juga bisa melewati jalan itu.
Pegiat wisata Desa Karangcengis yang sekaligus sebagai ketua pengelola Bogar, Abdi Legowo mengungkapkan, ide mengembangkan wisata agro petik buah mulai dijalankan dua bulan lalu. Hal ini berlatarbelakang dari luasnya kebun buah-buahan di Desa Karangcengis dan panen yang melimpah. Jika musim panen raya tiba, harga buah-buahan bisa anjlog di kalangan petani.
“Kami mulai memberdayakan petani untuk diajak bergabung dalam Botania Garden. Petani tidak mengeluarkan biaya tambahan, justru mendapat keungtungan lebih jika menjual ke wisatawan. Keuntungan lebih ini tentu dengan harga jual buah yang hampir sama di pasaran. Jika dijual di tengkulak, tentunya harganya jauh dibawah harga pasaran,” ujar Abdi Legowo, Jum’at (10/3).
Abdi Legowo menuturkan, saat ini Bogar mengelola 183 hektar kebun buah milik petani. Petani tetap menggarap kebunnya sendiri-sendiri. Pengelola mengatur kunjungan wisatawan ke kebun yang sudah siap panen. “Semula kami ragu untuk menjual paket wisata agro ini, karena buah-buahan tergantung musim. Namun, dengan panen buah jambu biji dan jambu kristal yang melimpah dan hampir setiap hari, maka kami beranikan untuk membentuk komunitas pengelola Bogar yang merupakan remaha komunitas mesjid dan komunitas penyumbang darah,” kata Abdi Legowo.
Abdi Legowo menuturkan, rencana wisata ini resmi dibuka menjelang lebaran 2017. Tiket yang dikenakan ke pengunjung Rp 5.000,-. Dengan tiket ini pengunjung mendapatkan satu cup juss buah, misal jus jambu atau juss jeruk ataau mendapatkan dua buah jambu citra. Dengan tiket itu pengunjung bisa dengan bebas masuk ke kebun dan menikmati suasana kebun yang rindang. Jika pengunjung akan membawa pulang buah-buahan itu, bisa memetik sendiri dan nanti tinggal ditimbang. “Soal harga, kami pastikan dibawah harga pasaran. Misal, untuk jambu biji saja, harga yang kami tawarkan antara Rp 2.500 – Rp 3.000 per kilogram, sementara harga di pasaran Rp 7.000,- sampai Rp 10.000 per kilogram. Harga yang kami jual itu, masih diatas harga petik yang dijual ke tengkulak,” kata Abdi Legowo.
Untuk melayani wisatawan, Abdi bersama teman-temannya sudah membagi tugas. Mulai yang mengatur parkir kendaraan, pemandu kebun, tenaga pemasaran, ahli pertanian yang bisa menjelaskan cara memetik buah yang benar hingga cara budidayanya dan khasiat dari buah itu. “Kebetulan ada satu teman kami yang pernah belajar di agrowisata buah di Plantera Fruits Paradismn Kendal,” ujar Abdi Legowo.
Jika sudah beroperasi resmi, nantinya pengunjung yang masuk diberikan topi caping untuk peneduh jika suasana panas dan diberi tempat keranjang kecil untuk memetik buah. Saat ini, tengah disiapkan gasebo, sarana MCK, warung di tengah kebun, dan prasarana pendukung lain. “Meski belum dibuka, sudah mulai banyak pengunjung yang datang. Kami sudah mulai memasarkan bekerjasama dengan manajemen Perusahaan Daerah Owabong selaku pembina. Kami juga sudah diajari cara melayani wisatan dengan prinsip Sapta Pesona wisata. Yang jelas, kami ingin memberikan yang terbaik untuk wisatawan yang datang ke Botania Garden Karangcengis,” ujar Abdi Legowo.
Salah seorang petani Ahmad Riyadi yang bergabung dengan Botania Garden mengaku senang dan tertarik. Ahmad mengaku tidak dirugikan dengan model kerjasama yang ditawarkan. Bahkan, Ahmad mendapat pendapatan lebih dari harga buah jika dijual ke tengkulak. Ahmad kini mengelola tanaman jeruk sekitar 50 ubin dan 60 ubin tanaman jambu citra. Satu ubin luasan lahan setara dengan 14 meter persegi.
“Tanaman jambu citra mulai bisa dipanen umkur 2,5 tahun. Saat saya menanam harga bibitnya Rp 40 ribu per batang, dan kini sudah mulai berbuah. Jika dihitung, sudah kembali modal semua. Kini tinggal menikmati keuntungan. Dalam satu minggu bisa menjual buah jambu sekitar 5 – 6 kuintal. Harga per kilogramnya sekitar Rp 12 ribu, jadi mendapat pendapatan sekitar Rp 6 juta – Rp 7,2 juta,” ujarnya. (Yit)

Sumber : Dinkominfo Kabupaten Purbalingga. 
Botania Garden Wisata Petik Buah Wisata Petik Buah di Purbalingga Wisata Petik Buah Wisata Petik Buah Wisata Petik Buah
Blog, Updated at: 04:25

1 komentar:

  1. Assalamualaikum warahmayullahiwabarakatuh.
    Selamat buat Mas Abdi Legowo. Masya Allah, luar biasa.

    Perkenalkan, saya Riyatno, putera asli Purbalingga yang saat ini berdomisili di Bekasi. Saya pensiunan BRI (beberapa kali menjadi Kepala Cabang BRI, Ketua Tim Audit BRI, Pejabat di Kantor Wilayah BRI, dll). Ngapunten saya sebut jabatan itu bukan maksud saya ingin menonjolkan diri apalagi membanggakan. Justru sebaliknya, keprihatinanlah yang mendorong saya menyebut jabatan itu.
    Saya sudah resign dari BRI tahun 2013 dan saat ini sedang mengembangkan pertanian organik. Berawal dari Jawa Timur, saat ini saya sedang mulai di wilayah Jawa Barat.
    Beberapa waktu lalu, saya kontak teman2 kepala dinas di lingkup pemkab Purbalingga. Saya ingin sampaikan niat untuk kerjasama mengembangkan pertanian organik di Purbalingga (masa daerahe wong dikembangaken, nggone dhewek dijoraken).
    Saya kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan tenaga ahli Prof Dr Indah Prihartini, MP. Saat ini sudah berjalan diberbagai kota di Jawa Timur.
    Nah, konsep yang saya usung adalah Agroedutainment, sebuah pemikiran tentang pertanian sebagai basis edukasi dan wisata serta bisnis.
    Saya pergunakan konsep pertanian terpadu berkelanjutan sebagai fundamen nya dan beberapa produk atau formula organik sebagai alatnya. Ada tiga produk yang mendukung program ini dimana ketiganya merupakan sinergi membangun pertanian terpadu berkelanjutan.
    Bogar yang Mas Abdi Waluyo pimpin, sangat saya harapkan dapat bersinergi untuk membangun Purbalingga menjadi kota organik.
    Saya sangat berharap bisa bertemu dengan Mas Abdi Waluyo, kemudian sepakat memulainya bersama-sama.
    Jika tidak keberatan, saya mohon no hp panjenengan. Dan ini no kontak saya
    081212005644, Riyatno.
    Alamat di Purbalingga : Pepedan, sebelah utara pabrik permen Davos (kulon bekas pasar lawas).

    Ngapunten saderengipun la matur nuwun.

    Klilaan

    ReplyDelete