Desa Wisata Karangcegak

A.Sejarah

Berdasarkan alur sejarah kota Purbalingga dan desa-desa lainnya Pada abad ke-15, Raden Jaka Kusuma putra Dipa Kusuma pertama(Adipati Purbalingga) ditugaskan mencari kanjeng uwa (kakak Dipa Kusuma) yang bernama Cakra Kusuma. Beliau bertapa di pundak Gunung Mas (sekarang Gunung Slamet) karena kalah adu kesaktian dengan Dipa Kusuma adiknya.Raden Jaka Kusuma membawa kendi yang berisi banyu panguripan (air kehidupan) untuk Cakra Kusuma.Diperjalanan ditengah hutan yang sekarang menjadi wilayah desa Karang Cegak Raden Jaka Kusuma terpeleset dan kendi air yang dibawanya pecah bersamaan dengan tenggelamnya matahari.
Bersamaan dengan pecahnya kendi air yang dibawanya, muncul sebuah mata air sebesar SIRAH (kepala manusia) kemudian dinamakan “TUK SIRAH” (mata air Sirah). Dari waktu ke waktu mata air itu semakin besar,sehingga pada masa kepemimpinan (Kepala Desa) Eyang Camenggala dikomandoni Raden Sobali mata air itu ditutup/disumbat dengan tumpukan ijuk berpuluh-puluh meter dalamnya dan dikunci dengan sebuah batu besar.
Karena penyumbatan tersebut pada akhirnya debit air “Tuk Sirah” berkurang dan mengakibatkan pecahnya mata air di beberapa wilayah diantaranya sungai Taurip (dusun karang pandan desa karang cegak), Tlaga dan sekitarnya dengan debit air yang lebih besar dan banyak. Dari waktu ke waktu akhirnya mata air tersebut diketahui oleh Pemerintah Daerah setempat pada masa kepemimpinan GOENTOER DJARJONO tahun 1973,dan diberi nama “SITU TIRTA MARTA”.

Menurut sejarahnya dari mata air yang muncul ada beberapa lokasi mata air diantaranya:
1. Mata air Kali/sungai Taurip yang terletak di dusun karang pandan Desa Karang cegak.
2. Tuk bata putih
3. Tuk cilik/Tuk joar
4. Tuk Mindri
5. Tuk Gendani
6. Tuk Gede/Situ Tirta Marta
7. Tuk Mulang
8. Tuk Mblumbang

Fasilitas Wisata
1.Daya tarik wisata
Situ tirta marta menawarkan keindahan alam berupa pemandian dengan tujuh sumber mata air yang sangat jernih ditambah bersih dan sejuknya air dikawasan situ tirta marta membuat pengunjung semakin betah ,dan konon mata air dikawasan situ tirta marta bisa menjadi obat awet muda dan sebagai obat berbagai macam penyakit , baik penyakit medis maupun nonmedis,situ tirta marta juga sering dijadikan tujuan para wisatawan sebagai wisata malam ,banyak pengunjung dari dalam maupun luar kota yang sengaja datang dan mandi pada malam hari dengan berbagai macam tujuan biasanya pengunjung datang pada malam jumat kliwon dan malam selasa manis . karna bersih dan jernihnya air situ tirta marta juga digunakan sebagai spot foto underwater/snorkeling ,wisata minat khusus underwater/snorkeling merupakan rekreasi air yang tengah popular.wisata air ini biasa dilakukan di pantai ,namun kali ini kami selaku pokdarwis dan pengelola situ tirta marta menemukan ide baru bahwa snorkeling dan foto underwater tidak hanya bisa dilakukan di pantai ,wisata air ini bisa dilakukan di danau dan embung desa dan takkalah keindahannya ,tak punya laut kami punya wisata underwater/snorkeling! Mari berkunjung ke situ tirta marta.

Upacara adat
A. Keduren
Kenduren/ selametan adalah tradisi yang sudaah turun temurun dari jaman dahulu, yaitu doa bersama yang di hadiri para tetangga dan di pimpin oleh pemuka adat atau yang di tuakan di setiap lingkungan, dan yang di sajikan berupa Tumpeng, lengkap dengan lauk pauknya. Tumpeng dan lauknya nantinya di bagi bagikan kepada yang hadir yang di sebut Carikan ada juga yang menyebut dengan Berkat.Carikan/ berkatTujuan dari kenduren itu sendiri adalah meminta selamat buat yang di doakan, dan keluarganya,kenduren itu sendiri bermacam macam jenisnya, antara lain :
* kenduren wetonan ( wedalan ) Di namakan wetonan karena tujuannya untuk selametan pada hari lahir ( weton, jawa ) seseorang. Dan di lakukan oleh hampir setiap warga, biasanya 1 keluarga 1 weton yang di rayain , yaitu yang paling tua atau di tuakan dalam keluarga tersebut. Kenduren ini di lakukan secara rutinitas setiap selapan hari ( 1 bulan ). Biasanya menu sajiannya hanya berupa tumpeng dan lauk seperti sayur, lalapan, tempe goreng, thepleng, dan srundeng. tidak ada ingkung nya ( ayam panggang ).
* Kenduren Sabanan ( Munggahan ) Kenduren ini menurut cerita tujuannya untuk menaik kan para leluhur. Di lakukan pada bulan Sya’ban, dan hampir oleh seluruh masyarakat di Watulawang dan sekitarnya, khususnya yang adatnya masih sama, seperti desa peniron, kajoran, dan sekitarnya. Siang hari sebelum di laksanakan upacara ini, biasanya di lakukan ritual nyekar, atau tilik bahasa watulawangnya, yaitu mendatangi makan leluhur, untuk mendoakan arwahnya, biasanya yang di bawa adalah kembang, menyan dan empos ( terbuat dari mancung ). Tradisi bakar kemenyan memang masih di percaya oleh masyarakat watulawang, sebelum mulai kenduren ini pun, terlebih dahulu di di jampi jampi in dan di bakar kemenyan di depan pintu. Menu sajian dalam kenduren sabanan ini sedikit berbeda dengan kenduren Wedalan, yaitu disini wajib memakai ayam pangang ( ingkung ).
* Kenduren Likuran Kenduren ini di laksanakan pada tanggal 21 bulan pasa ( ramadan ), yang di maksudkan untuk memperingati Nuzulul Qur’an. dalam kenduren ini biasanya di lakukan dalam lingkup 1 RT, dan bertempat di ketua adat, atau sesepuh di setiap RT. dalam kenduren ini, warga yang datang membawa makanan dari rumah masing2, tidak ada tumpeng, menu sajiannya nasi putih, lodeh ( biasanya lodeh klewek) atau bihun, rempeyek kacang, daging, dan lalapan.
* Kenduren Badan ( Lebaran )/ mudunan Kenduren ini di laksanakan pada hari Raya Idul Fitri, pada tanggal 1 sawal ( aboge ). kenduren ini sama seperti kenduren Likuran,hanya tujuannya yang berbeda yaitu untuk menurunkan leluhur. Yang membedakan hanya, sebelum kenduren Badan, biasanya di dahului dengan nyekar ke makam luhur dari masing2 keluarga.
* Kenduren Ujar/tujuan tertentu Kenduren ini di lakukan oleh keluarga tertentu yang punya maksud atau tujuan tertentu, atau ayng punya ujar/ omong.Sebelum kenduren ini biasanya di awali dengan ritual Nyekar terlebih dahulu.dan menu wajibnya, harus ada ingkung ( ayam panggang ). Kenduren ini biasanya banyak di lakukan pada bulan Suro ( muharram ).* Kenduren Muludan Kenduren ini di lakukan pada tanggal 12 bulan mulud, sama seperti kenduren likuran, di lakukan di tempat sesepuh, dan membawa makanan dari rumah masing- masing. biasanya dalam kenduren ini ada ritual mbeleh wedus ( motong kambing ) yang kemudian di masak sebagai becek dalam bahasa watulawang ( gulai ).
B Pagelaranwayang kulit
Bagi orang Jawa tradisi ruwatan memang sudah tidak asing.Tradisi yang dalam adat jawa sering diartikan sebagai sarana pembebasan dan penyucian, atas dosa atau kesalahannya yang diperkirakan bisa berdampak kesialan di dalam hidupnya.
Menghilangkan sukerto dalam tradisi Jawa, atau yang lebih dikenal dengan nama ruwatan merupakan salah satu cara agar terhindar dari ketidakbaikan maupun keangkaramurkaan nafsu seseorang. Tradisi yang sudah dikenal sejak nenek moyang suku bangsa jawa pada zaman dahulu kala, bahkan sebelum masuknya agama di tanah jawa. Masyarakar desa karang cegak masih melakukankegiatan ini sebagai kegiatan tahunan,kegiatan ini dilakukan dirumah warga ,lapangan desa maupun di balai desa itu sendiri.

C Kesenian tradisional
A kuda lumping
B Tek tek (kentongan)
C Calungan

D. Makanan tradisional
Layaknya dipegunungan lainya untuk makanan tradisional di desa karang cegak adalah nasi jagung,cimplung,urab. Untuk oleh oleh khas desa karang cegak adalah gula jahe.

E .Paket wisata
Beberapa paket wisata yang ditawarkan desa Karangcegak diantaranya:
1. Foto underwater/snorkeling
Abadikan moment special terindah anda bersama keluarga,teman,kerabat dan pasanan anda.
Harga paket: Rp.50.000,- natural foto/tidak menggunakan property (max 3 orang)
Rp.150.000,- full property atau menyesuaikan sesuai keinginan pengunjung dan property yang ada (max 3 orang).
Fasilitas: Pemandu/fotografer,property motor,Ps,televisi dan property unik lainnya.
2. Outbound
1. Untuk karyawan/umum 20 orang Rp.2.500.000,- selebihnya Rp.50.000,-per orang
2. Untuk TK/SD/SMP/SLTA dan mahasiswa kontribusi outbound untuk 50 anak Rp.2.500.000,-
Selebihnya dari 50 anak:
-Untuk SLTA/Mahasiswa Rp.30.000,-per anak
-Untuk SLTP Rp.25.000,-per anak
-TK/SD Rp.22.500,-per anak
3. Biaya parkir mobil/motor menjadi tanggung jawab peserta
4. Biaya tiket masuk Situtirtamarta menjadi tanggung jawab peserta
5. Untuk konsumsi snack dan makan siang dapat kami bantu dengan biaya:
- Snack dus per dus Rp.5.000,- sampai Rp.7.500,-
- makan siang per dus Rp.12.000,- sampai Rp.15.000,-

F. Sarana transportasi
Untuk mencapai desa Karangcegak tidaklah sulit,jika anda dari Purbalingga,anda mengarah ke Utara 10 km,setelah sampai pasar Tobong anda ke arah Timur 1km. dan lebih tepatnya anda akan menemukan perempatan desa karangcegak belok ke arah selatan 500 m dengan jalan yang agak menurun sampailah anda di situtirtamarta.

Hubungi kami
Sekertariat Pokdarwis Situtirtamarta
Karagcegak,dusun telaga Rt 06/03
Contact person: -Tatag Gayuh
-Tri Kurniawan
No Hp : -085740999966
-081542825475
PIN : -224774E7
-22E5308A

Paket Wisata Purbalingga
Blog, Updated at: 00:45
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment